Menjadi bagian dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) bukanlah hal yang mudah. Di balik setiap baret merah yang gagah, terdapat program latihan Kopassus yang sangat berat dan menuntut, dirancang untuk mengubah individu biasa menjadi prajurit elite. Program latihan Kopassus ini tidak hanya menguji kekuatan fisik, tetapi juga ketahanan mental dan kecerdasan taktis. Program latihan Kopassus yang ketat ini merupakan fondasi yang membentuk prajurit yang siap menghadapi tantangan terberat di medan mana pun.
Program latihan Kopassus terdiri dari tiga tahap utama yang sangat intensif, yang sering disebut sebagai fase “Pendidikan Komando”. Tahap pertama adalah fase basis, yang berfokus pada pelatihan fisik dan mental. Selama fase ini, calon prajurit menjalani serangkaian tes fisik yang melebihi batas, seperti lari jarak jauh, push-up, sit-up, dan berenang di laut lepas. Tujuan dari fase ini adalah untuk membangun stamina yang luar biasa dan mental yang tidak mudah menyerah. Berdasarkan laporan dari Pusat Pendidikan Pasukan Khusus yang dirilis pada 15 September 2025, sekitar 30% dari calon prajurit gugur di fase ini karena tidak mampu memenuhi standar fisik dan mental yang sangat tinggi.
Tahap kedua adalah fase gunung dan hutan. Ini adalah fase di mana prajurit dilatih untuk bertahan hidup di lingkungan ekstrem. Mereka diajarkan cara menemukan air dan makanan di alam liar, navigasi tanpa alat modern, dan membangun tempat perlindungan. Latihan ini juga mencakup simulasi pertempuran di hutan lebat. Berdasarkan data dari Pusat Pelatihan Taktik TNI yang dirilis pada 20 Oktober 2025, seorang prajurit harus mampu bertahan hidup di hutan selama setidaknya dua minggu dengan bekal minimal. Latihan ini tidak hanya menguji keterampilan survival, tetapi juga kemampuan prajurit untuk bekerja sama dalam tim di bawah tekanan yang luar biasa.
Tahap ketiga, yang dikenal sebagai fase rawa dan laut, adalah ujian terakhir. Prajurit dilatih untuk bertempur di lingkungan yang sangat sulit, seperti rawa-rawa dan perairan. Mereka harus mampu melakukan infiltrasi dan eksfiltrasi dari laut ke darat dengan senyap. Latihan ini menuntut kekuatan fisik yang ekstrem dan kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat. Berdasarkan wawancara dengan seorang perwira Kopassus yang berpengalaman pada 12 Agustus 2025, ia menyatakan bahwa “tahap ini adalah ujian paling berat. Ini bukan hanya soal kekuatan, tetapi juga tentang kecerdasan, ketenangan, dan keberanian yang sejati.”
Pada akhirnya, program latihan Kopassus adalah sebuah proses yang mengubah individu secara total. Dengan memadukan latihan fisik, mental, dan taktis, program ini menciptakan prajurit elite yang siap menghadapi segala macam ancaman, baik di darat, laut, maupun udara.