Meskipun bukan langsung ke guru, investasi dalam perbaikan fasilitas sekolah, akses internet, dan bahan ajar menciptakan lingkungan kerja yang lebih kondusif bagi guru dan siswa. Upaya pemerintah ini krusial untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang optimal. Guru dapat mengajar lebih efektif, sementara siswa mendapatkan pengalaman belajar yang lebih baik, mendukung tercapainya tujuan pendidikan nasional secara menyeluruh.

Adanya riwayat bahwa banyak sekolah di Indonesia, terutama di daerah 3T, masih kekurangan fasilitas dasar seperti ruang kelas yang layak, sanitasi, dan akses listrik. Meskipun bukan berupa tunjangan tunai, perbaikan infrastruktur ini secara tidak langsung meningkatkan semangat dan kenyamanan guru dalam mengajar. Lingkungan yang nyaman adalah posisi dasar untuk proses belajar mengajar yang produktif dan efisien.

Akses internet adalah kebutuhan fundamental di era digital ini. Pemerintah menyediakan akses internet di sekolah-sekolah, meskipun bukan langsung dalam bentuk uang tunjangan. Ini memungkinkan guru untuk mengakses sumber belajar online, mengikuti pelatihan daring, dan menggunakan teknologi dalam pembelajaran. Siswa juga dapat melakukan riset dan belajar dari berbagai sumber, memperluas wawasan mereka secara signifikan.

Pengadaan dan perbaikan bahan ajar yang relevan dan mutakhir juga sangat penting. Meskipun bukan tunjangan sertifikasi atau kenaikan gaji, ketersediaan buku teks, modul, dan media pembelajaran yang berkualitas mempermudah tugas guru. Mereka tidak perlu lagi menghabiskan waktu terlalu banyak untuk menyiapkan materi dari nol, melainkan bisa fokus pada metode pengajaran yang inovatif dan efektif di dalam kelas.

Investasi pada infrastruktur ini secara tidak langsung mendukung program kepemimpinan Guru Penggerak dan Program PPG. Guru-guru yang telah memiliki sertifikat pendidik atau sedang dalam proses sertifikasi akan lebih mudah menerapkan ilmu yang didapat jika didukung fasilitas yang memadai. Ini adalah sinergi antara peningkatan kompetensi guru dan lingkungan belajar yang mendukung, memaksimalkan potensi semua pihak.

Meskipun bukan langsung ke guru, dampak positifnya sangat terasa pada kualitas bermain bola basket pendidik. Guru merasa lebih dihargai ketika lingkungan kerja mereka diperhatikan dan ditingkatkan. Ini juga bisa menjadi faktor penarik bagi guru honorer atau guru baru untuk mau mengabdi di daerah yang tadinya kurang diminati, karena fasilitas yang memadai menjadi daya tarik tersendiri.

Tantangannya adalah memastikan pemerataan perbaikan fasilitas ini, terutama di daerah yang paling membutuhkan. Pemerintah menyediakan alokasi anggaran khusus dan melibatkan pemerintah daerah dalam perencanaan serta implementasinya. Transparansi dalam penggunaan dana dan monitoring yang ketat juga diperlukan untuk memastikan setiap investasi memberikan hasil yang maksimal, dan tepat sasaran.