Konsep Minimum Essential Force (MEF) telah menjadi cetak biru utama dalam pembangunan kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sejak dicanangkan pada tahun 2007. Tujuan dari MEF adalah untuk mencapai kekuatan militer minimum yang esensial, kredibel, dan modern, yang mampu menjalankan tugas pokok pertahanan negara. Saat ini, fokus utama adalah pada tahapan terakhir MEF, dengan Strategi Modernisasi Alutsista periode 2024–2029 yang menargetkan penyelesaian berbagai akuisisi dan peningkatan teknologi di ketiga matra. Strategi Modernisasi Alutsista ini bukan hanya tentang membeli peralatan baru, tetapi juga tentang meningkatkan kapabilitas operasional dan interoperabilitas antar matra.

Prioritas utama dalam Strategi Modernisasi Alutsista TNI adalah pengembangan kemampuan pertahanan maritim dan udara, mengingat Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Untuk TNI Angkatan Udara, upaya difokuskan pada penguatan Kekuatan Udara Cakar Garuda melalui akuisisi jet tempur multi-peran generasi 4.5. Kontrak pengadaan pesawat tempur canggih telah ditandatangani, dan pengiriman batch pertama ditargetkan tiba pada akhir tahun 2025. Langkah ini adalah Strategi Adaptasi geopolitik untuk menjaga kedaulatan wilayah udara, khususnya di wilayah Laut Natuna Utara yang strategis.

Di sisi TNI Angkatan Laut, fokus diarahkan pada penambahan kapal permukaan utama dan kapal selam. Akuisisi Frigate baru, yang dilengkapi dengan sistem radar dan senjata canggih, bertujuan untuk memperkuat patroli dan pengamanan Menjaga Selat Malaka. Bersamaan dengan itu, pembangunan kapal selam lanjutan Nagapasa Class di galangan kapal dalam negeri, PT PAL, yang melibatkan transfer teknologi, merupakan bagian penting dari Dukungan Industri Pertahanan. Proyek ini bertujuan mencapai kemandirian dalam perbaikan dan pemeliharaan alat utama sistem persenjataan (Alutsista), sekaligus mendukung Program Pembinaan Masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja di sektor strategis.

Kesuksesan pencapaian MEF periode 2024–2029 sangat bergantung pada anggaran dan komitmen politik yang berkelanjutan. Meskipun tantangan ekonomi global ada, Sinergi Tiga Matra dalam pengadaan alutsista dilakukan untuk menghindari tumpang tindih dan memaksimalkan efisiensi. Komite Pengawasan dan Evaluasi Program MEF yang dibentuk di bawah Kementrian Pertahanan pada tanggal 14 Agustus 2024 telah melaporkan bahwa proyeksi penyelesaian MEF secara keseluruhan berada pada tingkat 85%, dengan sisa 15% yang menjadi fokus agresif hingga tahun 2029. Dengan road map yang jelas ini, TNI berupaya keras untuk mewujudkan kekuatan pertahanan yang kredibel dan disegani, sesuai dengan Doktrin Pertahanan Semesta.